Selasa, 19 Oktober 2021

Beberapa cara untuk mengembangkan modal dalam trading forex dengan cara yang lebih aman

Setiap pengusaha tentu memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya. Tujuannya tentu saja agar ia bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada yang diperoleh saat ini.

Begitu juga dengan trader forex. Wajar jika seorang trader berkeinginan untuk mengembangkan modalnya agar bisa trading dengan lebih leluasa.

Permasalahan yang muncul kemudian adalah, kebanyakan seolah berpacu untuk mengembangkan modal dengan melakukan transaksi secara “membabi buta”.

Alih-alih bisa mengembangkan modal, mereka justru terjebak dalam perangkap over trade, yaitu melakukan terlalu banyak transaksi tanpa mempertimbangkan kekuatan modal, sehingga menggerus modal itu sendiri.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan modal dalam trading forex dengan cara yang lebih aman.

1. Siapkan strategi trading yang matang
Itu pasti. Tanpa strategi forex yang matang, amat sangat kecil kemungkinan Anda akan berhasil dalam trading forex.
Saya sering menyampaikan bahwa, strategi trading yang baik bukanlah strategi yang bisa menjanjikan profit bombastis, melainkan strategi trading forex profit konsisten.

Profit sedikit-sedikit tidak masalah, asalkan konsisten. Sesekali loss pun wajar, dan yang paling penting adalah strategi tersebut bisa memberikan akumulasi keuntungan yang konsisten bagi Anda.

Konsisten, itu kata kuncinya.

2. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
Dalam trading forex, tak ada salahnya menganut prinsip “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”.
Jangan terpaku pada target, misalnya harus untung sekian persen per hari atau sejenisnya. Target memang perlu, namun fokus pada proses jauh lebih penting.

Tetapkan strategi manajemen modal yang progresif.
Contohnya seperti berikut ini;

Misalkan Anda memiliki modal sebesar $10,000.
Bagaimana caranya agar modal Anda menjadi (misalnya) $20,000?

Ini artinya bertambah 100%.
Cara yang paling cepat tentu adalah menambah deposit.

Tetapi saya yakin Anda tentu sudah mengetahui cara tersebut.

Tak perlu dibahas lagi, yang akan kita bahas berikut ini adalah bagaimana cara mengupayakan peningkatan modal melalui trading.

3. Sabar dan tekun
Satu hal yang perlu Anda sadari adalah trading forex membutuhkan kesabaran. Anda harus sabar dan tekun dalam mengumpulkan pip demi pip hingga modal Anda tumbuh dan berkembang.

Dalam contoh diatas disebutkan, Anda ingin modal berkembang sebesar 100%, namun ini bukan berarti harus dicapai dalam hitungan hari.

Bagi trader biasa (saya asumsikan jika Anda bukan pemula, Anda adalah trader biasa seperti saya), target keuntungan tidak perlu terlalu besar.

Misalkan saja Anda tetapkan target keuntungan per transaksi adalah 5% dari modal. Artinya, jika modal Anda adalah sebesar $10,000 – maka target keuntungan per transaksi Anda hanya $500 saja.

Dalam forex, target ini cukup realistis bahkan untuk day trade.

Jika target keuntungan tersebut telah tercapai, segeralah tutup posisi Anda. Jika perlu, terapkan target tersebut dengan memasang level Take Profit (TP).

Pelajari selengkapnya: Mengubah Stop Loss Menjadi Stop Profit

Jadi, begitu target tercapai maka posisi Anda akan otomatis ditutup.

Godaan terbesar adalah Anda menginginkan untuk mendapat lebih. Tidak ada yang salah memang, namun tetap harus realistis.

Memang kita diperbolehkan untuk membiarkan profit mengalir (let profits run), namun sebaiknya tetap perhatikan situasi dan kondisi pasar.

Jika misalnya harga mentok di support atau resistance, pertimbangkan untuk menutup posisi Anda, bahkan jika misalnya target belum tercapai.

4. Sesuaikan Lot
Jika modal Anda bertambah besar, itu berarti (dengan money management yang baik) modal Anda akan bertambah kuat. Sehingga tidak ada salahnya memperbesar posisi (lot) trading jika memungkinkan.

Contoh:
Modal awal Anda adalah $10,000.

Dalam trading plan, Anda tetapkan resiko per transaksi Anda hanya 5%. Ketika modal baru $10,000 maka tiap transaksi risiko Anda sebesar $500.

Ketika itu, misalkan analisa Anda melihat batasan risiko (Stop Loss/SL) secara teknikal adalah 500 pips (5 desimal). Jika 1 pip = $1, maka 500 pips tersebut setara dengan $500.

Dalam kondisi tersebut maka Anda boleh masuk posisi sebesar 1 lot.

Nah, ketika modal Anda sudah menjadi $12,000 dan risiko per transaksi masih 5%, artinya toleransi risiko per transaksi Anda menjadi $600.

Jika pada saat itu Anda pun melihat batasan SL secara teknikal adalah 500 pips, maka Anda boleh masuk posisi sebesar 1.2 lot. Begitu seterusnya.

Ini disebut position sizing. Dengan teknik ini Anda bisa memperbesar potensi keuntungan tanpa memperbesar resiko.

Jika potensi keuntungan secara bertahap menjadi lebih besar, maka modal Anda pun berpotensi tumbuh lebih cepat.

Geguritan Ature Simbah

Ature Simbah

Carang-carang kanga king

Amarga tanpa tumuruning tirta amerta

Nalika tiba ing titi wanci ketiga ngerak iki

Jun-jun kang sumendhe wis asat kawit wingi-wingi

Sambat tangis anggegirisi sumebar

Ing salumahe bawana

Jebul bener ature simbah wingi

Aja kok ganti rambute bumi kanthi wesi kang njangkar bumi

Banjur saiki coba delengen

Ijo royone gunung kidul omah kae

Kaganti dening jangkar-jangkar

Kang ndadekake bumi mranggas kaya dina iki


Senin, 18 Oktober 2021

PELAKU - PELAKU TRADING FOREX

Secara umum, pelaku pasar forex berasal dari berbagai golongan, termasuk Pemerintah, Bank dan Institusi Keuangan, Perusahaan Multinasional, Spekulan, Broker, dan trader forex dari kalangan orang kebanyakan seperti kita juga.

Berikut ini, adalah pelaku-pelaku dalam trading forex.


1. Pemerintah

Pemerintah merupakan pelaku pasar forex paling berpengaruh. Di banyak negara, perwakilan pemerintah ini bisa dilihat pada bank sentral yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan kebijakannya.
Bank sentral ini memiliki peran dalam menentukan suku bunga. Suku bunga inilah yang akan mempengaruhi pasangan mata uang atau paling tidak salah satu mata uang dari pasangan mata uang tersebut. Hal ini terjadi terutama karena para investor akan beralih ke mata uang tergantung pada kekuatan atau kelemahan dari suku bunga yang bisa berupa suku bunga aktual bank sentral atau bisa juga suku bunga yang diperkirakan atau diprediksi yang akan mempengaruhi nilai mata uang dari pergerakan harga. 

Semua negara pasti memiliki Bank Sentral. Indonesia pun memiliki Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia.

Bank-bank sentral yang memiliki pengaruh besar dalam pasar forex adalah Reserve Bank of Australia (RBA), Federal Reserve (the Fed di Amerika Serikat), Bank of England (BoE di Inggris), Swiss National Bank (SNB), Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), People’s Bank of China (PBOC), European Central Bank (ECB di Uni Eropa), Bank of Japan (BoJ) dan Bank of Canada (BoC).

2. Bank dan Institusi Keuangan

Bank dan institusi keuangan adalah peserta yang paling aktif di pasar forex. Di dalamnya ada bank sentral yang jadi perwakilan pemerintah, bank-bank swasta super besar, dan bank komersial biasa. Namun, yang menjadi pelaku pasar forex paling berpengaruh biasanya adalah bank-bank multinasional.

Ada 10 pemain utama dalam industri forex antara lain: Citi, JP Morgan Chase, UBS, Deutsche Bank, Goldman Sachs, Barclays, HSBC, Morgan Stanley, dan lain sebagainya. Mereka berurusan dengan lembaga keuangan ataupun bank lain untuk bertransaksi jual beli mata uang untuk memenuhi keperluan mereka sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. Karena hal inilah, nilai tukar mata uang bergerak naik turun di pasar forex.


Bank merupakan pelaku pasar forex yang sangat dominan dalam perdagangan mata uang, hingga menciptakan Interbank Market (pasar antar bank). Di situ, bank-bank besar bertransaksi. Harga atau deal yang terjadi di sanalah yang menentukan nilai tukar mata uang. Hasil akhirnya, menjadi seperti yang terlihat oleh trader seperti kita di software trading. Karena pasar forex tidak terpusat (decentralized), maka wajar saja jika bank satu dengan bank lainnya punya sedikit perbedaan dalam nilai tukar.

3. Perusahaan Multinasional

Bisnis perusahaan ini beroperasi dalam lingkup Internasional yang berarti mereka bertransaksi secara internasional. 
Mereka berpartisipasi dalam pasar forex karena membutuhkan mata uang asing untuk perdagangan mereka di negara-negara lain. Misalnya, sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris perlu menggunakan pasar valas untuk membeli mata uang yang mereka butuhkan untuk membayar perusahaan mitra mereka di negara lain yang menjual alat-alat berat. Namun, perlu diingat bahwa perusahan komersial juga masih membutuhkan bantuan bank-bank agar bisa berpartisipasi sebagai pelaku pasar forex.

4. Spekulan

Spekulan adalah orang yang mencari keuntungan dengan cara melakukan spekulasi (dugaan, perkiraan, dan sebagainya).

Yang dimaksud spekulan di sini bisa berwujud badan atau perusahaan swasta yang bergerak di bidang finansial (pengembangan dana) dan mereka biasanya juga memiliki kemampuan finasial yang tidak terbatas. Jadi, spekulan ini berusaha mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya dari pasar perdagangan. Salah satu spekulan yang paling terkenal mungkin George Soros. Miliuner yang sangat terkenal ini berspekulasi pada penurunan British Pound yang menghasilkan uang 1.2 milliar dollar kurang dari sebulan! Beberapa pengkritik mengatakan bahwa orang-orang seperti ini bertanggung jawab atas krisis keuangan Asia akhir 90-an.

Para spekulan memiliki tujuan untuk memahami atau paling tidak berusaha untuk memprediksi trend-trend pasar dari pasangan mata uang yang muncul di kemudian hari, sekaligus memahami bagaimana pemain utama bekerja dalam upaya menciptakan keuntungan.

5. Broker Forex

Broker adalah pedagang perantara yang menghubungkan pedagang satu dengan yang lain dalam hal jual beli atau antara penjual dan pembeli (saham dan sebagainya).
Broker forex adalah perusahaan, institusi, perorangan hingga individu yang memiliki tugas untuk mempertemukan pembeli dan penjual dalam melakukan aktivitas jual beli mata uang (forex). 

6. Pedagang Forex Ritel
Siapa trader forex ritel? Itu bisa jadi Anda, saudara Anda, tetangga Anda, atau siapa saja orang kebanyakan yang tak memiliki modal jutaan dolar, tetapi ingin turut mendapatkan keuntungan di pasar forex. Trader forex ritel ini jumlahnya banyak sekali di seluruh dunia, dan semuanya bertransaksi melalui perantaraan broker.
Trader ritel disebut juga trader individual atau investor perorangan yang membeli serta menjual sekuritas untuk akun pribadinya, dan bukan untuk perusahaan atau organisasi lain

Siapa pun yang tidak memiliki modal jutaan dollar dan tetap ingin mendapatkan keuntungan dari pasar forex merupakan pedagang forex ritel (retail forex trader). Di dunia, ada banyak sekali trader yang masuk dalam golongan ini dan mereka melakukan transaksi melalui broker.

sumber : https://indovestory.com/Mobile/dnews/680017/siapa-pelaku-forex.html
-
-
Sehubungan dengan perkembangan teknologi, broker forex sekarang sudah online. Trader seperti kita bahkan bisa melakukan tradingnya dari rumah menggunakan jasa broker forex, dengan modal serendah puluhan hingga ratusan dolar saja. Untuk bisa mahir, pembelajaran bisa dilakukan secara online, misalnya dengan materi belajar forex di sini. Alternatifnya, langsung mendaftar ke salah satu broker forex populer, lalu belajar trading dengan perangkat akun demo dan dana virtual yang disediakan broker.

Salsabila Qonita Kaltsum.

Passion ku🧮📊

Passion adalah suatu keinginan seseorang dalam melakukan suatu hal atau kegiatan yang ia sukai atau dianggap penting untuk dilakukan. Jadi,...